Terpisah, Ibu-Anak Ini Bertemu Setelah 10 Tahun Tsunami
![]() |
| Raja Umar/KOMPAS TV |
Sebulan setelah tsunami, Jamaliah dan Septi Rangkuti pindah ke Desa Tarigonan, Kecamatan Ulubarungun, Kab. Padang Lawas, Sumatera Utara. Meski pindah ke provinsi lain, Jamaliah masih berupaya menemukan buah hatinya yang hilang setelah gelombang gergasi tersebut. Beruntung, Zainuddin, abangnya yang berdomisili di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, melihat seorang bocah yang mirip Wenni di sebuah rumah warga saat pulang dari sekolah.
"Wajah anak itu mirip dengan saya, makanya dia penasaran dan diselidiki, ternyata pengakuan bunda angkat Winny dia anak yatim piatu korban tsunami," kata Jamaliah, Rabu (6/8/2014). Mendengar jawaban itu, Zainudin semakin yakin bahwa anak itu anak Jamaliah yang hilang saat tsunami.
Jamaliah mengaku tak pernah bermimpi bakal kembali bertemu dengan Wenni. Namun, ternyata benar adanya. Selama ini, Wenni diasuh oleh Nenek Maryam, warga Desa Pulo Kayu, Kecamatan Susoh, Abdya.
"Kedua orangtua Winny langsung menjemput putrinya untuk bisa tinggal dan berkumpul bersama. Tadi malam kami sampai kemari. Dulu saat tsunami saya tinggal di Lorong Kangkung, Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, rumah ini," kata Jamaliah lagi.
Menurut Jamaliah, saat tsunami, Wenni hilang diseret gelombang tsunami ke Pulau Banyak, Nias. Namun, dia ditemukan oleh Bustamil, nelayan warga Abdya. Setelah diselamatkan, Wenni diasuh oleh Nenek Maryam, ibu Bustamil.
Wenni saat ini duduk di kelas 4 sekolah dasar. Wajah gadis kecil ini, kata sang ibu, tak berubah dan terlihat seperti wajah ibunya. "Waktu kecil dia putih, sekarang sudah hitam, tapi wajahnya tidak berubah seperti waktu kecil. Rencananya setelah mengurus pindah sekolah dan izin kepada nenek asuhnya Wenni di Abdya, dalam dua hari ini, dia akan kami bawa pulang dan tinggal bersama kami," kata dia.
Wenni terlihat diam dan tak banyak bicara saat ditemui Kompas.com. Di pangkuan ibunya, gadis kecil itu sesekali tersenyum. | RAJA UMAR - KOMPAS.COM

Post a Comment