Clinton Puji Rekonstruksi Aceh
![]() |
| Bill Clinton bersama Kuntoro Mangkusubroto di Desa Lambung, Sabtu, 19 Juli 2014. | Radzie/ACEHKITA.CO |
Pujian itu disampaikan Clinton kepada puluhan anggota rombongannya kala mengunjungi gedung penyelamatan (escape building) di Desa Lambung, Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu (19/7/2014). Dalam kunjungan itu, Clinton didampingi mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto, Gubernur Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud.
Menurut Clinton, tsunami yang menghancurkan lebih 800 kilometer garis pantai Aceh telah melahirkan gelombang solidaritas dari banyak negara, lembaga donor, dan NGO. Mereka bersama-sama pemerintah pusat dan daerah membangun kembali Aceh dan Nias yang dihumbalang tsunami, 26 Desember 2004 lalu.
Donor dan NGO, sebut Clinton, menaruh kepercayaan kepada pemerintah Indonesia yang mengoordinasikan bantuan pascatsunami.
"Dia membuat sistem pengelolaan uang, apakah itu dari NGO atau pun donor, sehingga bisa dipantau oleh semua orang," sebut Clinton kepada rombongannya. Dia yang dimaksud Clinton adalah Kuntoro Mangkusubroto. "Setiap dana yang terkumpul dipublikasikan di website, setiap orang bisa memantau, sehingga bisa terbebas dari tindak korupsi."
Mendapat pujian, Kuntoro Mangkusubroto malah menimpali. "Tapi tanpa bantuan Presiden Clinton, kita tidak akan bisa seperti ini. Terimakasih atas bantuannya."
Tsunami 2004 menewaskan lebih 200 ribu orang, menghancurkan/merusak lebih 400 ribu rumah. The World Bank, Asian Development Bank, dan lembaga donor lainnya menggelontorkan lebih USD 5 milyar untuk pembangunan kembali Aceh pascatsunami.
Juru Bicara Clinton Foundation, Arielle Beer, menyebutkan, kunjungan Clinton ke Banda Aceh untuk melihat perkembangan pembangunan Aceh setelah 10 tahun tragedi itu berlalu.
"Dalam kunjungan itu, Presiden Clinton akan melihat proses pemulihan dan kemajuan yang telah dicapai dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami," kata Arielle Beer kepada acehkita.co.
Di Banda Aceh, Clinton mengunjungi Desa Lambung, sebuah desa di Kecamatan Meuraxa yang berada tak jauh dari bibir pantai. Desa ini hancur dihumbalang tsunami. Di Lambung, Clinton terpaku melihat daftar warga yang meninggal dalam bencana tsunami yang diabadikan pada sebuah prasasti di dinding rumah.
Clinton juga berdialog dengan nelayan di Lhoksudu, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Mantan Presiden Amerika Serikat ini juga ingin "bernostalgia" ke Lampuuk. Di sebuah kuburan massal, dia dan rombongan meletakkan karangan bunga, sebelum akhirnya mengunjungi Masjid Rahmatullah, satu-satunya bangunan yang utuh di Desa Lampuuk. []

Post a Comment