BERITA FOTO | Solar Habis, Nelayan Tak Melaut Empat Hari
LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.CO – Akibat kebijakan Pertamina yang membatasi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar, ratusan kapal boat nelayan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, tak bisa melaut, Kamis (28/08/2014).
Nelayan tak melaut selama empat hari karena tidak tersedianya BBM di Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) Pusong dan mereka tak mendapat jatah solar di SPBU karena sudah ada stasiun pengisian bahan bakar khusus. Akibatnya, ratusan kapal boat nelayan terpaksa "parkir" berjejer di TPI Pusong.
Langkanya solar ini disebabkan kurangnya jatah yang diberikan Pertamina untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan SPDN di berbagai daerah.
Pengelola SPDN Pusong, Lhokseumawe, Amar Jufri, kepada ACEHKITA.CO mengatakan, Pertamina membatasi stok solar dari 144 menjadi 115 ribu kiloliter perhari.
“Nelayan tidak bisa melaut karena tidak ada bahan bakar, pemerintah harus memenuhi kebutuhan para nelayan dengan menambah stok bahan bakar. Sedangkan di SPBU kami tidak dapat bahan bakar karena kami sudah ada SPDN,” kata Jufri.
Sedangkan Nasir, salah sorang nelayan, mengatakan selama kelangkaan solar mereka sudah tidak melaut selama empat hari.
“Kami berharap agar di perhatikan, karena langkanya solar kami kadang-kadang harus mengambilnya hingga ke Peureulak, Aceh Timur. Itupun kalau ada,” ujar Nasir.
Karena tidak adanya bahan bakar terpaksa nelayan tidak melaut, hanya sebagian nelayan saja yang dapat melaut karena masih memiliki persediaan bahan bakar, sedangkan para nelayan lain untuk mengisi kekosongan, mereka merajut jaring dan memperbaiki jaring pukat yang sudah rusak. []
NASKAH: ZIKRI MAULANA/ACEHKITA.CO
FOTO: REZA JUANDA/ACEHKITA.CO
Nelayan tak melaut selama empat hari karena tidak tersedianya BBM di Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) Pusong dan mereka tak mendapat jatah solar di SPBU karena sudah ada stasiun pengisian bahan bakar khusus. Akibatnya, ratusan kapal boat nelayan terpaksa "parkir" berjejer di TPI Pusong.
Langkanya solar ini disebabkan kurangnya jatah yang diberikan Pertamina untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan SPDN di berbagai daerah.
Pengelola SPDN Pusong, Lhokseumawe, Amar Jufri, kepada ACEHKITA.CO mengatakan, Pertamina membatasi stok solar dari 144 menjadi 115 ribu kiloliter perhari.
“Nelayan tidak bisa melaut karena tidak ada bahan bakar, pemerintah harus memenuhi kebutuhan para nelayan dengan menambah stok bahan bakar. Sedangkan di SPBU kami tidak dapat bahan bakar karena kami sudah ada SPDN,” kata Jufri.
Sedangkan Nasir, salah sorang nelayan, mengatakan selama kelangkaan solar mereka sudah tidak melaut selama empat hari.
“Kami berharap agar di perhatikan, karena langkanya solar kami kadang-kadang harus mengambilnya hingga ke Peureulak, Aceh Timur. Itupun kalau ada,” ujar Nasir.
Karena tidak adanya bahan bakar terpaksa nelayan tidak melaut, hanya sebagian nelayan saja yang dapat melaut karena masih memiliki persediaan bahan bakar, sedangkan para nelayan lain untuk mengisi kekosongan, mereka merajut jaring dan memperbaiki jaring pukat yang sudah rusak. []
NASKAH: ZIKRI MAULANA/ACEHKITA.CO
FOTO: REZA JUANDA/ACEHKITA.CO
Post a Comment