Header Ads

'Surga' Sarah Raya

HUJAN baru saja reda. Hari mulai beranjak gelap, bergegas kami menaikkan logistik ke speedboat yang akan mengangkut kami menyusuri Krueng Teunom, Sarah Raya, Aceh Jaya: perjalanan yang sudah dirancang sejak dua bulan lalu.

Lima tahun lalu, kami pernah menyusuri sungai ini, tujuannya membuat sebuah film dokumenter. Walau sudah lama rupanya masih berkesan di mata sang produser Dandhy Dwi Laksono, hingga mengusulkan untuk kembali ke sana.

"Dulu kita ke sana dalam rangka kerja. Sekarang kita khusus liburan," usul Dandhy. Karena itu dia datang dari Jakarta tanpa membawa perlengkapan merekam.

Saya bersama Davi Abdullah, dan inisiator perjalanan wisata Keliling Aceh Hasbi Azhar manut saja. Tapi bagi kami rugi besar kembali ke sana tanpa didokumentasikan.

Menyusuri belasan kilometer aliran Krueng Tuenom, ada kepuasan tak terhingga bagi kami. Melewati tebing putih yang menjulang dan bukit-bukit yang berkabut, sungai ini mengular dari Geumpang, Pidie dan bermuara di Teunom, Aceh Jaya.

Dari sungai ini pula, ratusan kepala keluarga yang mendiami sepanjang aliran sungai ini mencari kehidupan, baik sebagai sumber air maupun sumber ikan.

Tujuan kami kali ini, air terjun yang jatuh ke sungai di belantara yang hampir memasuki wilayah Geumpang, Pidie. Perjalanan ditempuh dari desa terakhir menggunakan speedboat membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Sambil menyusuri sungai, sang operator speedboat sesekali melemparkan jala dan melempar pancing. Menangkap ikan 'kuerling' untuk bekal.

Dua malam berkemah di aliran sungai yang membelah penggunungan dari Geumpang, hingga Teunom, belum bisa memuaskan kami. Bahkan Dandhy dalam waktu dekat akan merencanakan perjalanan kembali ke kawasan itu. | SUPARTA









Foto-foto: Suparta/ACEHKITA.CO

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.