Pemerintah Diminta Siaga di Jalur Alternatif Geumpang
![]() |
| Kendaraan terjebak di Lhok Seudu, Aceh Besar, Ahad (2/11/2014). | Radzie/ACEHKITA.CO |
Juru Bicara Kaukus Pantai Barat Selatan TAF Haikal meminta Pemerintah Aceh untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana di jalur alternatif tersebut.
"Jalur utama putus, pemerintah harus mengamankan jalur alternatif, seperti jalan Geumpang-Tutut atau Sumatera Utara-Subulussalam," kata Haikal kepada acehkita.co, Senin (3/11/2014).
Di jalur alternatif tersebut, kata Haikal, pemerintah harus menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi terjadinya longsor. Apalagi, lintasan Geumpang-Tutut selama ini juga dikenal sebagai daerah rawan longsor karena curah hujan yang tinggi di kawasan itu.
"Kalau jalur itu putus juga, bisa terisolasi pantai Barat-Selatan," tambah Haikal.
Hujan deras dalam tiga hari terakhir ini menyebabkan jalur Banda Aceh-Meulaboh lumpuh setelah badan jalan longsor di Gunung Paro, Lhoong. Kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilintasi sepeda motor, itu pun harus diangkat oleh beberapa orang di KM 37 Gunung Paro.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Said Rasul menyebutkan, Dinas Bina Marga telah menyiagakan sejumlah alat barat di lintasan Geumpang-Tutut "untuk mengantisipasi longsor," kata dia.
Jalur Geumpang (Pidie) menjadi lintasan alternatif setelah jalan di sepanjang pesisir pantai Aceh Jaya dan Aceh Barat disapu gelombang tsunami. []

Post a Comment