Header Ads

Lintasi Longsor, Motor Harus Diangkat dan Bayar

Radzie/ACEHKITA.CO
LHOONG | ACEHKITA.CO -- Badan jalan masih tertimbun longsor di KM 37 Gunung Paro, Lhoong, Aceh Besar. Sementara di beberapa ruas lain amblas dan dipenuhi pepohonan yang tumbang. Jalan longsor tersebut hanya bisa dilewati sepeda motor. Namun, di KM 37 terpaksa harus diangkat menggunakan jasa orang kampung sekitar.

Untuk menggunakan jasa angkat sepeda motor, pengendara harus merogoh kocek antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per kendaraan, sekali angkat.

Pantauan acehkita.co, sepeda motor tak bisa melintas karena genangan lumpur. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah warga Desa Gunong Paro "bekerja" sebagai penyedia jasa angkat sepeda motor.

Untuk mengangkat sepeda motor jenis bebek dikenakan biaya sebesar Rp50 ribu. Sedangkan Rp100 ribu untuk motor ukuran besar.

"Tapi kalau warga tidak punya uang, kita mau juga angkat," ujar Iwan, warga Gunong Paro, Senin. "Kadang ada juga yang ngasih 20 ribu, kita ambil saja."

Bersama sejumlah warga lain, Iwan sejak pagi mengangkat sepeda motor para pelintas --baik dari arah Lhoong ke Banda Aceh, maupun sebaliknya. Sebelum sepeda motor diangkat melewati longsor, warga harus menyerahkan biaya jasa pengangkatan.

Kepala Desa Gunong Paro Jafaruddin mengimbau warganya untuk ikhlas membantu warga lain yang hendak melintasi daerah longsor dan tidak mematok tarif angkat motor. "Saya imbau mereka tidak ambil keuntungan dari bencana ini," sebut Jafar.

Mulai hari ini, kata Jafar, para pengangkat sepeda motor tidak lagi mematok tarif. "Ada yang kasih Rp10 ribu, bahkan Rp50 ribu. Jadi tidak ada lagi patokan harga," sebutnya. | GHAISAN

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.