Ini Data Kerusakan Akibat Banjir di Lhoong
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Banjir yang melanda Kecamatan Lhoong pada Sabtu dan Ahad sudah surut. Warga mulai beraktivitas, meski masih terkendala akibat guyuran hujan. Banjir tersebut menyebabkan sejumlah rumah rusak.
Sekretaris Kecamatan Lhoong Rauza Das menyebutkan, banjir menyebabkan 21 rumah mengalami rusak berat dan ringan di Desa Lamsujen dan Gapui. Sedangkan 220 unit lainnya terendam banjir.
"Ada 53 jiwa warga yang harus mengungsi ke rumah saudara mereka," kata Sekcam kepada acehkita.co, Senin (3/11/2014).
Mereka mengungsi setelah rumah yang selama ini dihuni rusak parah digasak banjir. "Tidak ada korban jiwa," sebut Rauza.
Selain itu, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Gle Brueng 2 di Desa Meunasah Lhok terpaksa diliburkan setelah sekolah mereka digenangi lumpur. "Masjid di Krueng Kala juga terendam banjir," sebut Sekcam.
Hujan deras juga menyebabkan ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh rusak berat di kawasan Gunung Paro dan Kulu. Di Geureutee, jalan juga dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga praktis menyebabkan Kecamatan Leupung terkurung.
"Kalau dalam dua hari ini tidak ada jalan alternatif, perekonomian warga lumpuh," kata Rauza. []
Sekretaris Kecamatan Lhoong Rauza Das menyebutkan, banjir menyebabkan 21 rumah mengalami rusak berat dan ringan di Desa Lamsujen dan Gapui. Sedangkan 220 unit lainnya terendam banjir.
"Ada 53 jiwa warga yang harus mengungsi ke rumah saudara mereka," kata Sekcam kepada acehkita.co, Senin (3/11/2014).
Mereka mengungsi setelah rumah yang selama ini dihuni rusak parah digasak banjir. "Tidak ada korban jiwa," sebut Rauza.
Selain itu, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Gle Brueng 2 di Desa Meunasah Lhok terpaksa diliburkan setelah sekolah mereka digenangi lumpur. "Masjid di Krueng Kala juga terendam banjir," sebut Sekcam.
Hujan deras juga menyebabkan ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh rusak berat di kawasan Gunung Paro dan Kulu. Di Geureutee, jalan juga dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga praktis menyebabkan Kecamatan Leupung terkurung.
"Kalau dalam dua hari ini tidak ada jalan alternatif, perekonomian warga lumpuh," kata Rauza. []

Post a Comment