Sawah Warga Lhoong Terancam Gagal Panen
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, menyebabkan puluhan hektar sawah di kawasan tersebut terancam gagal panen.
Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga menggenangi areal persawahan, seperti di Desa Umong Siribee dan Geuntet. Sekretaris Desa Umong Siribee Afriadi menyebutkan, banjir Sabtu dan Ahad kemarin menggenai 40 hektar persawahan di kampung mereka.
"Sawah kami seharian terendam air. Padi yang tengah berbuah terancam gak bisa dipanen," kata Afriadi kepada acehkita.co, Senin (3/11/2014).
Saat ini banjir sudah mulai surut. Namun 30 persen areal persawahan yang masih terendam banjir.
Menurut Afriadi, kerusakan areal persawahan paling parah terjadi di Desa Geuntet. "Di sana padi sudah tertimbun lumpur," ujarnya. "Mungkin tidak bisa digunakan lagi."
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Aceh sejak Jumat lalu menyebabkan banjir di Kecamatan Lhoong. Tak hanya itu, jalan di Gunung Paro dan Kulu longsor sehingga jalur transportasi terkendala. | FG
Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga menggenangi areal persawahan, seperti di Desa Umong Siribee dan Geuntet. Sekretaris Desa Umong Siribee Afriadi menyebutkan, banjir Sabtu dan Ahad kemarin menggenai 40 hektar persawahan di kampung mereka.
"Sawah kami seharian terendam air. Padi yang tengah berbuah terancam gak bisa dipanen," kata Afriadi kepada acehkita.co, Senin (3/11/2014).
Saat ini banjir sudah mulai surut. Namun 30 persen areal persawahan yang masih terendam banjir.
Menurut Afriadi, kerusakan areal persawahan paling parah terjadi di Desa Geuntet. "Di sana padi sudah tertimbun lumpur," ujarnya. "Mungkin tidak bisa digunakan lagi."
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Aceh sejak Jumat lalu menyebabkan banjir di Kecamatan Lhoong. Tak hanya itu, jalan di Gunung Paro dan Kulu longsor sehingga jalur transportasi terkendala. | FG

Post a Comment