Header Ads

Simulasi Tsunami, Pemerintah Dinilai Tidak Siap

Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Simulasi penyelamatan diri saat tsunami yang digelar Pemerintah Aceh pada Ahad (26/10/2014) dinilai kurang efektif. Pasalnya, keikutsertaan masyarakat dalam simulasi tersebut terbilang rendah dan pemerintah tidak siap.

Rusli, warga Banda Aceh, menyebutkan, simulasi yang digelar tersebut tidak terlalu efektif. Ia yang mengunjungi sejumlah lokasi simulasi mendapati bahwa keterlibatan masyarakat sangat kurang.

"Tidak banyak yang ikut simulasi. Kalau seperti ini saya lihat kurang siap," kata Rusli. "Perlu perencanaan yang lebih matang."

Selain itu, suara sirine tsunami kecil sehingga tidak bisa didengar oleh masyarakat, terutama yang tengah beraktivitas. "Saya tidak dengar suara sirene," aku seorang pengunjung warung kopi yang berdekatan dengan sirine tsunami di Desa Blang Oi, Kecamatan Meuraxa.

Menurut Rusli, simulasi ini perlu digelar kepada semua komponen masyarakat supaya tidak menimbulkan korban kala bencana datang. "Lalu sosialisasikan ke sekolah yang berdekatan dengan gedung penyelamatan, karena anak sekolah lebih patuh," sebutnya.

Simulasi tsunami melibatkan 400 peserta yang terdiri atas pelbagai kalangan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Said Rasul menyebutkan, simulasi ini baru bisa melibatkan peserta sebanyak itu karena alasan anggaran.

Lantas, bagaimana dengan persoalan bunyi sirene yang kurang terdengar? Menurut Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Eridawati bunyi sirene peringatan dini tsunami itu bisa terdengar hingga radius dua kilometer.

"Mungkin karena kurang perhatian juga (dari warga). Kita lagi aktivitas, sehingga kurang perhatian," kata Eridawati kepada acehkita.co.

Pada simulasi Ahad pagi tersebut, sirene dibunyikan tiga kali dalam kurun waktu 30 detik, yang disertai dengan penjelasan dari petugas. "Kalau di daerah lain, semisal Bali, itu satu menit. Enam kali (bunyinya) diulang, karena disambung dengan penjelasan versi Bahasa Inggris," sebut Eridawati.

Secara alat, kata Erida, Aceh siap menghadapi bencana. "Ya Insya Allah, kita siap. Sukses toh tadi? Artinya kalau ada bencana ya seperti itu," tandasnya. | SABARUN & FG

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.