Gerakan "ISIS" Tuntut Walikota Cambuk HBU
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Desakan agar pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh yang terlibat mesum untuk segera dikenakan hukuman cambuk terus menyeruak. Kali ini datang dari mereka yang menamakan diri Gerakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya (ISIS) dalam aksi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Jumat (24/10/2014).
Dalam aksi tersebut, Gerakan ISIS menuntut agar Walikota Illiza Saaduddin Djamal segera mencambuk bekas pejabat yang tertangkap tangan tengah mesum di sebuah salon di kawasan Peunayong beberapa waktu lalu.
"Kami tidak menginginkan orang yang melindungi pelaku mesum, seperti yang dilakukan walikota Banda Aceh," sebut Koordinator Gerakan ISIS Yusuf Al Gayoni.
Penegakan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam dalam beberapa waktu terakhir di Banda Aceh dinilai tidak adil. Pasalnya, mereka yang dicambuk adalah orang-orang biasa. Sedangkan mereka yang memiliki pengaruh tidak dikenakan hukuman cambuk, seperti seorang pejabat yang ditangkap Satpol PP dan WH di sebuah salon di Peunayong, 2012 lalu. Pejabat yang dimaksud, sebut Yusuf, adalah HBU.
"Walikota melakukan tebang pilih dalam hal ini. Karena pejabat yang tertangkap mesum tidak dicambuk," ujar Yusuf.
Karenanya, Gerakan ISIS mendesak agar Walikota Illiza menegakkan syariat Islam secara menyeluruh dan terhadap semua kalangan.
Kasus mesum pejabat tersebut menyebabkan seorang petugas WH dimutasi ke lembaga lain. "Kami mendukung petugas WH yang menangkap HBU sehingga dia dimutasi," kata Yusuf. | SABARUN
Dalam aksi tersebut, Gerakan ISIS menuntut agar Walikota Illiza Saaduddin Djamal segera mencambuk bekas pejabat yang tertangkap tangan tengah mesum di sebuah salon di kawasan Peunayong beberapa waktu lalu.
"Kami tidak menginginkan orang yang melindungi pelaku mesum, seperti yang dilakukan walikota Banda Aceh," sebut Koordinator Gerakan ISIS Yusuf Al Gayoni.
Penegakan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam dalam beberapa waktu terakhir di Banda Aceh dinilai tidak adil. Pasalnya, mereka yang dicambuk adalah orang-orang biasa. Sedangkan mereka yang memiliki pengaruh tidak dikenakan hukuman cambuk, seperti seorang pejabat yang ditangkap Satpol PP dan WH di sebuah salon di Peunayong, 2012 lalu. Pejabat yang dimaksud, sebut Yusuf, adalah HBU.
"Walikota melakukan tebang pilih dalam hal ini. Karena pejabat yang tertangkap mesum tidak dicambuk," ujar Yusuf.
Karenanya, Gerakan ISIS mendesak agar Walikota Illiza menegakkan syariat Islam secara menyeluruh dan terhadap semua kalangan.
Kasus mesum pejabat tersebut menyebabkan seorang petugas WH dimutasi ke lembaga lain. "Kami mendukung petugas WH yang menangkap HBU sehingga dia dimutasi," kata Yusuf. | SABARUN

Post a Comment