Header Ads

Aceh Uji Sirene Tsunami

BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan pengujian terhadap enam sirene peringatan dini tsunami yang ada di Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh, Ahad (26/10/2014). Pengujian ini sekaligus memberikan simulasi penanganan bencana.

Enam sirene tsunami yang berada di Blang Oi, Lam Awe, kompleks kantor gubernur, Lhoknga, Kajhu, dan Lampulo dibunyikan sekitar pukul 10.30 WIB. Jadwal ini molor dari yang direncanakan pada pukul 09.45 WIB.

Saat sirene berbunyi, sejumlah warga dikumpulkan di sejumlah gedung penyelamatan seperti di Museum Tsunami, escape building Lambung dan Deah Teungoh. Begitu sirene meraung-raung, warga tergopoh-gopoh menuju gedung penyelamatan.

"Waktu lari ke sini tadi, saya teringat ketika menyelamatkan diri dari tsunami 2004 lalu," kata Nurasdi, 60 tahun, warga Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, saat ditemui di gedung penyelamatan tsunami di Desa Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa. "Saya masih trauma."

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Said Rasul menyebutkan, simulasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara-cara penyelamatan diri saat bencana.

"Sekaligus untuk pemeliharaan alat isyarakat tsunami. Apalagi tsunami datang, alat ini bisa berfungsi dengan baik," sebut Said Rasul.

Simulasi tsunami ini tak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Pasalnya, sejak dua pekan lalu BPBA telah menyosialisasikan simulasi ini.

Tsunami 26 Desember 2004 lalu menyebabkan lebih 180 ribu orang meninggal dan menghancurkan permukiman di sepanjang 800 kilometer garis pantai Aceh. Pemerintah memasang enam sirene tsunami di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, serta membangun sejumlah gedung penyelamatan tsunami. Di Banda Aceh terdapat lima gedung penyelamatan, termasuk kantor TDMRC. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.