Zaini Abdullah Kembali Digoyang
Unjukrasa massa anti-Gubernur Zaini Abdullah itu mengusung sejumlah spanduk dan karton yang bertuliskan sejumlah tuntutan agar Zaini mundur. Sebuah spanduk bernada hujatan dengan menyebutkan "Zaini Abdullah pengkhianat bangsa Aceh" juga diusung pendemo. Massa silih berganti menyampaikan orasi.
Massa BPPA hanya menuntut Zaini Abdullah meletakkan jabatannya. Tuntutan serupa tidak disuarakan kepada Wakil Gubernur Muzakir Manaf yang dipilih sepaket dengan Zaini dalam pemilihan kepala daerah lalu.
"Dua tahun lebih pemerintahan Zaini Abdullah (dan Muzakir Manaf) belum mampu menjalankan janji-janji politik pada waktu kampanye kepada rakyat Aceh," kata Muzakir Reza Pahlevi, koordinator aksi.
Penanggung jawab BPPA Hendra Budian menyebutkan bahwa Zaini Abdullah gagal mengemban amanat Undang-undang Pemerintahan Aceh dan perjanjian damai di Helsinki.
"Dua tahun setengah Zaini berada di tampuk kekuasaan, tapi tidak ada progres. Zaini hanya membangun dinasti keluarga," sebut Hendra Budian, yang juga politikus Partai Golkar.
Hendra mendesak agar DPRA segera membentuk panitia khusus untuk memakzulkan gubernur. "Aksi hari ini untuk meminta kebijaksanaan DPRA, bahwa DPRA harus melihat realitas yang ada di masyarakat. Rakyat Aceh mendesak Zaini mundur," ujarnya. "Kami minta DPRA mendengar aspirasi ini dan memberikan respons dengan membentuk pansus untuk memakzulkan (memberhentikan) Zaini."
Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf maju dalam pemilihan kepala daerah 2012 lalu. Pasangan ini menamakan diri dwitunggal dengan akronim Zikir. Zaini merupakan petinggi Gerakan Aceh Merdeka dengan menjabat Menteri Luar Negeri di pengasingan. Sedangkan Muzakir Manaf merupakan panglima perangnya.
Lantas, mengapa BPPA tidak menuntut mundur Muzakir Manaf? "Zaini biang masalahnya. Semua kebijakan ada pada Zaini," sebut Hendra.
Menurut Hendra, Zaini tidak bisa memimpin team work di Pemerintahan Aceh. Hal ini terlihat dari seringnya gonta-ganti kabinet. []

Post a Comment