Header Ads

WWF Desak Pemerintah Aceh Usut Kematian Gajah

Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- WWF Indonesia mendesak Pemerintah Aceh untuk mengusut tutas kasus kematian tiga gajah Sumatera di Aceh Timur dan Aceh Jaya dalam sepekan terakhir. Sepanjang 2014, lima ekor gajah mati di seluruh Aceh.

Tingginya angka kematian gajah Sumatera membuat WWF Indonesia mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan penyelidikan atas semua kasus kematian satawa ini hingga ke meja hijau.

Project Leader WWF Indonesia di Aceh Dede Suhendra, menyebutkan, lembaganya sangat menyesalkan kasus kematian gajah yang masih terjadi di Aceh. WWF mencatat, sejak 2012 hingga 2014, ada setidaknya 31 individu gajah mati di Aceh "yang sebagian besar patut diduga terkait dengan perburuan gading," kata Dede dalam siaran persnya, Selasa (9/9/2014).

Data Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyebutkan sepanjang 2014 terdapat lima kasus kematian gajah, yaitu di Aceh Timur, Aceh Barat, dan Aceh Jaya. Selain itu, badan tersebut juga mencatat dua orang meninggal akibat konflik manusia dengan gajah.

WWF berharap agar BKSDA Aceh membangun koordinasi strategis dengan pemerintah daerah dan penegak hukum untuk menangani kematian gajah tersebut.

"Kita berharap agar kasus ini terungkap dan layak untuk diperkarakan di pengadilan," ujar Dede.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Workshop Forum Gajah dan Kemenhut di Bogor awal tahun 2014, estimasi populasi Gajah Sumatera di alam liar diperkirakan 1.724 individu. Populasi tersebut terus mengalami penurunan akibat fragmentasi habitat, konflik manusia dengan satwa, perburuan dan perdagangan ilegal. Sejak tahun 2012, kasus kematian gajah di Aceh tercatat di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara dan Bireuen.

“Peningkatan kasus kematian Gajah Sumatera ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu perhatian yang lebih serius dari pemerintah untuk segera melakukan tindakan nyata,” ujar Arnold Sitompul, Direktur Konservasi WWF-Indonesia. “Sudah saatnya kita menyatakan kondisi Siaga 1 untuk isu kematian satwa kharismatik ini,“ lanjut Arnold. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.