Header Ads

Emosi, Terhukum Cambuk Serang Algojo

Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Pemandangan ini tak lazim terjadi di atas panggung cambuk. Tak seperti biasanya terhukum cambuk yang pasrah saat akan dicambuk, dua orang ini malah menantang algojo.

Pemandangan ini terjadi saat eksekusi delapan warga yang kedapatan berjudi di halaman Masjid Besar Pahlawan, Kampung Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, Jumat (19/9/2014). Terpidana kedua, P bin S, naik ke panggung cambuk dengan wajah tegang. Ia memperlihatkan kekesalannya terhadap eksekutor cambuk.

Setelah algojo mendaratkan lima kali sabetan rotan, P bin S pun berupaya menyerang algojo. Ia hendak menendang sang algojo. Namun berhasil dicegah sejumlah petugas Polisi Syariat dan polisi.

Seorang tercambuk lainnya, juga dilanda emosi. Ia terus meronta melepaskan diri dari kawalan empat petugas polisi dan WH. Bahkan, pria brewokan ini menyerang fotografer yang berada di bagian depan panggung cambuk. Saat rotan algojo mendarat di punggungnya, tangannya terus merebut rotan dan mengancam algojo.

[Simak video setelah berita ini]

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, hukuman cambuk merupakan bagian dari upaya untuk mengangkat harkat dan martabat manusia di depan Yang Mahakuasa.

Illiza meminta warga yang menyaksikan prosesi cambuk tidak menghina terhukum. "Belum tentu mereka lebih buruk dari kita. Bisa jadi mereka lebih baik dari kita, karena mereka telah mendapatkan hukuman dan bertaubat nasuha," ujar pengganti (alm) Mawardy Nurdin ini.



[video: acehvideo.tv]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.