Penambang Emas Geumpang Protes Kebijakan Gubernur
![]() |
| Penambang di Geumpang. | FOTO: Ucok Parta/ACEHKITA.COM |
Instruksi Gubernur Aceh Zaini Abdullah berujung pada penyitaan 12 keping emas batangan dan sejumlah perak oleh polisi di rumah Haji Abbas, Rabu (27/8/2014) lalu. Penyitaan itu dilakukan menindaklanjuti instruksi gubernur yang melarang penambangan emas secara ilegal karena mencemari lingkungan. (Baca: Polisi Sita Emas Batangan Penambang Geumpang)
Tadi pagi, 30 Agustus 2014, ratusan para penambang di Geumpang dan Mane menggelar pertemuan. M. Nasir, seorang penambang, menyebutkan, rapat tersebut meminta agar gubernur segera mencabut seruan penutupan tambang tradisional di Aceh.
"Perlu kami jelaskan, saat ini lebih 5.000 jiwa masyarakat, termasuk korban konflik, menggantungkan hidup dari usaha tambang emas ini," kata Nasir. "Kami mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat konflik berkepanjangan."
Para penambang menyebutkan, alasan gubernur bahwa kematian ikan di Tangse dan Teunom akibat mercury "tidak bisa diterima". Pasalnya, terdapat dua kesimpulan lab yang saling bertolak belakang. Uji lab pertama menyatakan bahwa ikan mati tersebut bukan disebabkan mercury. Namun, uji lab selanjutnya disebutkan bahwa ikan tersebut mati akibat aliran sungai tercemar merkuri.
"Kami yakin ada bisikan dan desakan pihak tertentu. Karena hampir semua wilayah di Geumpang pernah diklaim oleh perusahaan tambang," ujar Nasir.
Para penambang juga meminta agar tim independen turun untuk menyelidiki air sungai di Geumpang apakah tercemar akibat merkuri atau tidak, termasuk menelusuri dari mana asal bahan kimia semacam phosfat, merkuri, dan sulfida berasal. "Jangan langsung mengkambinghitamkan para penambang," lanjut Nasir.
Meski Gubernur Zaini telah menginstruksikan penutupan penambangan tradisional, para penambang mengaku tidak akan menutupnya. "Kami akan terus menambang dan berupaya sekeras tenaga untuk tidak mencemari lingkungan. Kalau kemudian dikatakan kami tidak ramah lingkungan, harusnya pemerintah mengajari kami cara menambang yang ramah lingkungan, bukan dengan menutup tempa usaha kami," pungkas Nasir. []

Post a Comment