Header Ads

Penambang Emas Geumpang Cap Jempol Darah

Ucok Parta/ACEHKITA.CO
GEUMPANG | ACEHKITA.CO -- Seribuan penambang emas tradisional di Kecamatan Geumpang dan Mane, Pidie, menggelar rapat akbar di terminal Geumpang, Sabtu (30/8/2014). Rapat akbar diwarnai dengan aksi cap jempol darah para penambang.

Rapat itu digelar untuk memprotes kebijakan gubernur yang memerintahkan penutupan tambang ilegal di sejumlah tempat di Aceh, menyusul dugaan tercemar daerah aliran sungai di Geumpang dan Teunom, Aceh Jaya, akibat penggunaan merkuri.

Muhammad Nasir, koordinator para penambang, dalam orasinya mendesak Gubernur Aceh dan Muspida untuk mencabut instruksi yang pernah dikeluarkannya untuk menutup tambang rakyat.

"Apapun yang terjadi kami tidak akan menutup dan beranjak dari usaha kami. Kalau memang tidak ramah lingkungan harusnya pemerintah menunjuki cara bagaimana yang ramah lingkungan. Kalau memang disebut ilegal harusnya pemerintah membuat menjadi legal," kata Muhammad Nasir.

Nasir juga menuntut, bila pemerintah tetap ngotot menutup usaha mereka, maka seluruh modal asing yang ada di Aceh juga harus diusir.

Selain orasi dari pelbagai elemen, dalam rapat akbar tersebut juga dilakukan cap jempol darah pada kain putih sepanjang 50 meter. "Kain tersebut nantinya akan diserahkan pada gubernur sebagai bukti sampai titik darah terakhir kami akan tetap menambang dan mempertahankan usaha itu," kata M. Abet tokoh masyarakat setempat. | UCOK

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.