Header Ads

Prabowo Mundur dari Pilpres

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menyatakan menolak hasil pemlihan presiden yang telah direkapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum, Selasa (22/7/2014). Ia juga menegaskan untuk menarik diri dari semua proses pemilihan presiden.

Prabowo menilai proses pelaksanaan pemilihan presiden cacat hukum. "Kami tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan rakyat, dipermainkan dan diselewengkan," kata Prabowo di Rumah Polonia, Jakarta, seperti dilansir Kompas.com, Selasa. Saat membacakan pernyataan ini, Prabowo tidak didampingi cawapresnya, Hatta Rajasa.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku siap menang dan siap kalah dalam pemilihan presiden, asal dilaksanakan dengan cara yang demokratis dan terhormat. Namun, Prabowo menuding proses pilpres penuh dengan kecurangan.

Ia juga menyayangkan sikap KPU yang selalu mengalihkan masalah ke Mahkamah Konstitusi.

"Proses pelaksanaan Pilpres 2014 yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah, tidak demokratis dan bertentangan dengan UUD 1945. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak aturan main yang dibuat, dilanggar sendiri oleh KPU," kata Prabowo.

Hingga pukul 12.20 WIB, KPU telah merampungkan rekapitulasi suara secara nasional di 29 provinsi dengan hasil pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 47,55 persen suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla 52,45 persen dukungan. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.