Header Ads

Nelayan Banda Aceh Mulai Melaut

BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Para nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar tidak melaut dalam beberapa hari terakhir ini akibat angin kencang dan hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1435H. Kondisi ini menyebabkan harga jual ikan melonjak tinggi.

Pada awal Ramadhan tersebut, persediaan ikan di pasar Banda Aceh dan Aceh Besar menipis, sehingga harganya tinggi. Baru pada Senin (30/6/2014) lalu para nelayan mulai melaut karena kondisi cuaca berangsur normal.

“Kita perkirakan dalam beberapa hari ke depan, harga ikan akan normal kembali,” ujar Amir, nelayan di Lampulo, Banda Aceh, Rabu (2/7/2014).

Di Lampulo, perahu nelayan mulai terlihat hilir mudik memasuki tempat pendaratan ikan setelah melaut. Sejumlah nelayan pun terlihat sibuk membersihkan jaring di perahu yang parkir di dermaga.

Amir mengaku berhasil membawa tangkapan 10 ton ikan, seperti dencis, tongkol, dan sisek. "Cuaca sudah mendukung untuk melaut," kata pemilik kapal Hikmah Fajar ini.

Biasanya Amir dan kawan-kawannya mencari ikan di laut lepas, mencapai 300 mil lepas pantai.

Amir berharap agar harga ikan bisa turun. "Saat ini masih belum turun juga," kata dia.  Harga ikan yang mereka jual dengan berbagai jenis, Rp18 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya Rp6.000 per kilogram. Sedangkan per keranjang 30 kilogram mencapai Rp550 ribu. | SABARUN

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.