Header Ads

Dianggap Syiah, Lulusan Unsyiah Ditolak Negara Tertentu

warta.unsyiah.ac.id
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Wacana penggantian nama Universitas Syiah Kuala terus bergulir. Pada Rabu (2/7/2014), Unsyiah menggelar seminar publik membahas pergantian nama kampus tertua di Aceh tersebut. Wacana ini lahir karena dianggap bahwa Unsyiah merupakan universitas penganut aliran syiah, sehingga ada alumninya yang ditolak bekerja di negara tertentu yang antisyiah.

Kepala Humas Unysiah Ilham Maulana menyebutkan, di luar negeri ada alumni yang ditanya apakah Unsyiah mengajarkan aliran syiah. Bahkan lulusan pemegang ijazah Unsyiah ditolak bekerja di negara tertentu.

"Alumni kita bahkan ditolak di negara antisyiah karena ijazahnya Syiah Kuala," kata Ilham Maulana saat menjadi moderator diskusi pergantian nama Unsyiah, Rabu (2/7/2014), seperti dilansir detak-mahasiswa.com.

Awal pekan lalu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal mewacanakan penggantian nama kampus yang diresmikan Presiden Sukarno tersebut. Namun dalam diskusi publik Rabu pagi, Samsul Rizal menyebutkan bahwa diskusi ini untuk meluruskan sejarah dan asal muasal nama Universitas Syiah Kuala. Pasalnya, ia mengaku menerima sejumlah laporan bahwa kata syiah merupakan aliran syi'ah.

Menurut Samsul Rizal, petinggi kampus tidak berencana mengubah nama Unsyiah. "Hanya untuk meluruskan sejarah dan mendengar pendapat berbagai pihak tentang nama dari universitas jantong hate rakyat Aceh ini," kata dia. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.