PPI Dukung Jokowi-JK Demi Perdamaian Aceh
BANDA ACEH | ACEHKITA.co -- Demi keberlanjutan perdamaian Aceh, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Aceh menyatakan mendukungan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2014-2019 nanti.
Dukungan tersebut disampaikan PPI Aceh saat bertemu cawapres M. Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).
Ketua PPI Aceh Sabri Aly menyebutkan, pihaknya siap memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 9 Juli nanti.
“Demi menjaga kelanjutan perdamaian di Aceh, kami siap memenangkan Pak Jusuf Kalla dalam pilpres kali ini, khususnya di Aceh,” kata Sabri dalam rilis yang diterima acehkita, Rabu (28/5/2014).
Sabri mengajak PPI seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura, PKB, dan PKPI tersebut.
“Bapak Jokowi dan Jusuf Kalla merupakan sosok yang sangat pantas untuk diperjuangkan demi Aceh dan Indonesia yang lebih baik, Aceh sudah sangat lelah dengan militer. PPI Nasional harus melihat hal ini,” sebut Sabri.
Jusuf Kalla merupakan tokoh sentral perdamaian Aceh. Putra Bugis tersebut mengupayakan perundingan damai antara RI dan GAM sejak 2003 lalu. Upaya itu akhirnya mempertemukan delegasi RI dan GAM dalam sebuah perundingan yang difasilitasi Crisis Management Initiative pada Januari 2005. Setelah lima kali perundingan, Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka menandatangani perjanjian damai pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. []
Dukungan tersebut disampaikan PPI Aceh saat bertemu cawapres M. Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).
Ketua PPI Aceh Sabri Aly menyebutkan, pihaknya siap memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 9 Juli nanti.
“Demi menjaga kelanjutan perdamaian di Aceh, kami siap memenangkan Pak Jusuf Kalla dalam pilpres kali ini, khususnya di Aceh,” kata Sabri dalam rilis yang diterima acehkita, Rabu (28/5/2014).
Sabri mengajak PPI seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura, PKB, dan PKPI tersebut.
“Bapak Jokowi dan Jusuf Kalla merupakan sosok yang sangat pantas untuk diperjuangkan demi Aceh dan Indonesia yang lebih baik, Aceh sudah sangat lelah dengan militer. PPI Nasional harus melihat hal ini,” sebut Sabri.
Jusuf Kalla merupakan tokoh sentral perdamaian Aceh. Putra Bugis tersebut mengupayakan perundingan damai antara RI dan GAM sejak 2003 lalu. Upaya itu akhirnya mempertemukan delegasi RI dan GAM dalam sebuah perundingan yang difasilitasi Crisis Management Initiative pada Januari 2005. Setelah lima kali perundingan, Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka menandatangani perjanjian damai pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. []

Post a Comment