Dibogem, Siswa SD di Takengon Masuk Rumah Sakit
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- DBM, siswa di sebuah sekolah dasar negeri di Takengon, Aceh Tengah, terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh akibat dibogem orang tua temannya.
Aksi koboi tersebut menimpa anak berusia sembilan tahun yang masih duduk di bangku kelas empat. Kejadiannya bermula ketika tiga siswa kelas empat berlarian menuruni tangga. Belakangan, tindakan mereka menyenggol seorang siswa kelas dua, sehingga terjatuh.
Siswa kelas dua ini akhirnya mengadu ke orang tuanya. Entah bagaimana, sang orang tua mendatangi sekolah dan main hakim sendiri. Ia meninju DBM di bagian kepala. Sedangkan dua teman DBM ditampar. "Tapi teman anak saya ditampar tidak terlalu keras. Anak saya yang pertama sekali dipukul, ditinju di kepala," kata Hamdani, ayah DBM, saat ditemui di RSUZA Banda Aceh, Kamis (16/10/2014).
Akibat bogem mentah tersebut, DBM terpaksa harus dirawat dua malam di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Namun, karena DBM masih mengeluh pusing dan trauma, ia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, Rabu (15/10/2014) malam.
"Anak saya mengeluh pusing terus dan trauma. Mungkin karena pas dipukul, kepalanya kena batu cincin," sebut Hamdani.
Hamdani menyebutkan sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun polisi meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui institusi sekolah. "Kalau nanti tidak bisa diselesaikan di tingkat sekolah, Bapak kepala (sekolah) katanya mau membantu kami mengadu ke polisi," ujar Hamdani. []
Aksi koboi tersebut menimpa anak berusia sembilan tahun yang masih duduk di bangku kelas empat. Kejadiannya bermula ketika tiga siswa kelas empat berlarian menuruni tangga. Belakangan, tindakan mereka menyenggol seorang siswa kelas dua, sehingga terjatuh.
Siswa kelas dua ini akhirnya mengadu ke orang tuanya. Entah bagaimana, sang orang tua mendatangi sekolah dan main hakim sendiri. Ia meninju DBM di bagian kepala. Sedangkan dua teman DBM ditampar. "Tapi teman anak saya ditampar tidak terlalu keras. Anak saya yang pertama sekali dipukul, ditinju di kepala," kata Hamdani, ayah DBM, saat ditemui di RSUZA Banda Aceh, Kamis (16/10/2014).
Akibat bogem mentah tersebut, DBM terpaksa harus dirawat dua malam di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Namun, karena DBM masih mengeluh pusing dan trauma, ia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, Rabu (15/10/2014) malam.
"Anak saya mengeluh pusing terus dan trauma. Mungkin karena pas dipukul, kepalanya kena batu cincin," sebut Hamdani.
Hamdani menyebutkan sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun polisi meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui institusi sekolah. "Kalau nanti tidak bisa diselesaikan di tingkat sekolah, Bapak kepala (sekolah) katanya mau membantu kami mengadu ke polisi," ujar Hamdani. []

Post a Comment