Header Ads

Australia Tak Terpengaruh Qanun Jinayat

Greg Moriarty dalam kunjungan ke Aceh. | Foto: Dok. Humas Pemerintah Aceh
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty membahas kerjasama peternakan sapi dengan gubernur dalam kunjungan selama tiga hari di Aceh. Greg mengaku, Qanun Jinayat tidak bakal mengganggu hubungan baik Aceh dan Australia yang telah terjalin selama ini.

Saat menanamkan investasi di Aceh, misalnya, kata Greg, pebisnis Australia terlebih dahulu melakukan asasemen dan melihat peluang yang dimiliki, serta memahami kondisi ril di lapangan. Selanjutnya mereka akan berbicara dengan pebisnis di Aceh.

"Saya optimistis bahwa pebisnis serius di kedua neagra, tidak akan terpengaruh dengan pemberitaan media (termasuk soal pemberlakuan Qanun Jinayat --red.)," ujar Greg Moriarty kepada acehkita.co. "(Mereka membuat keputusan) bukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari newspaper headlines."

Meski begitu, Greg menolak berkomentar panjang mengenai Qanun Jinayat. "Qanun yang mengatur hukum agama itu menjadi kewenangan dan kebijakan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh. Kami tidak pantas untuk mengomentarinya," kata Greg.

Selama kunjungan di Aceh, Dubes Greg mengadakan pertemuan dengan Gubernur Zaini Abdullah. Dalam pertemuan itu, mereka membahas kerjasama peternakan dan impor sapi di Aceh. Menurut Greg, Aceh merupakan daerah yang cocok untuk dikembangkan kawasan peternakan sapi. Apalagi, alam Aceh mendukung, seperti cuaca dan ketersediaan pangan untuk sapi.

Greg berkesempatan mengunjungi Kilometer Nol Sabang dan sejumlah situs sejarah di kawasan kepulauan tersebut. Menurut Greg, selain peternakan sapi, Aceh memiliki potensi bisnis besar, seperti di sektor pertanian, kelautan, dan pertambangan.

"Saya terkesan dengan keindahan alam di sini," sebut Greg.

Saat bertemu gubernur, Greg memperoleh informasi bahwa Aceh akan membangun beragam infrastruktur, pelabuhan, dan transportasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mendukung iklim investasi di provinsi bekas konflik dan tsunami ini.

"Tantangannya, sangat penting bagi Aceh untuk membangun secara merata di seluruh provinsi, bukan hanya membangun kawasan yang terkena tsunami, tapi juga daerah yang tidak kena tsunami," tandas Greg. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.