Warga Salat Minta Hujan di Tengah Sawah Kering
![]() |
| Radzie/ACEHKITA.CO |
Salat Istisqa yang dimulai pada pukul 09.00 WIB itu diikuti ratusan warga dari Desa Lamreh, Lampuja, Siem, Lam Asan, Lamkeunue, dan sejumlah desa lainnya. Mereka mendirikan salat minta hujan tersebut di tengah sawah yang telah mengering.
Pantauan acehkita.co, kekeringan itu menyebabkan padi yang siap tanam tersebut mati atau dimakan ternak. "Sudah delapan bulan ini tidak turun hujan," kata Salma, warga Lamreh. "Benih padi nggak bisa ditanam karena tidak ada air."
Padi yang gagal ditanam tersebut seharusnya sudah memasuki masa panen.
Tokoh masyarakat Kecamatan Darussalam, Teungku Umran Juned, menyebutkan, kekeringan sawah melanda sembilan desa di Darussalam, seperti terjadi di Desa Limpok, Lampuja, Lamkeunue, Lam Ujong, Lam Gawe, Siem, Lam Asan, Krueng Kalee, dan Lamreh.
"Sawah juga mengering di daerah lain, seperti Baitussalam dan Kutabaro," ujar Umran usai salat istisqa.
Salat ini dilakukan warga untuk meminta agar Tuhan menurunkan hujan. "Mudah-mudahan Allah memberikan rahmat dan rezeki-Nya bagi kita semua dengan menurunkan hujan," ujar Salma.
Persawahan di Kecamatan Darussalam dialiri air dari kawasan Blang Bintang dan Seulimuem. Tapi air tidak mencukupi untuk mengairi semua sawah di kawasan itu, apalagi kalau di kawasan Blang Bintang irigasinya ditutup.
"Kalau tidak ada hujan, air dari irigasi tidak mencukupi," sebut Teungku Umran. []

Post a Comment