Pak Gubernur, Jangan PHP Rakyat!
![]() |
| Radzie/ACEHKITA.CO |
Massa yang tak ramai itu hanya mengusung dua spanduk --yang tuntutannya ditulis tangan menggunakan cat pilok. "9 thn perdamaian rakyat dapat apa?" tulis mereka dalam salah satu spanduk. Seorang mahasiswa mengusung karton bertuliskan "Perdamaian formalitas".
Tiba di kantor gubernur, massa disambut belasan aparat keamanan dari Mapolresta Banda Aceh, yang membuat pagar betis di pintu utama kantor tersebut.
Heri Safrizal, koordinator aksi, meminta agar gubernur Aceh untuk tidak memberikan harapan yang tak mungkin dipenuhi kepada masyarakat. "Pak gubernur, jangan PHP rakyat," teriak Heri melalui corong toa.
PHP merupakan bahasa anak gaul untuk menyebut "pemberi harapan palsu". Menurut Heri, rakyat tidak butuh janji yang tidak direalisasikan.
Aksi di kantor gubernur hanya berlangsung kurang dari 30 menit. Orasi pun hanya diisi oleh dua pengunjukrasa. Massa membubarkan diri dan menuju kantor DPRA, karena mereka memperoleh informasi Gubernur Zaini Abdullah berada di kantor parlemen untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelang peringatan HUT RI ke-69. []

Post a Comment