FOTO | ABK Pukat Harimau Meriahkan HUT RI
MENYAMBUT hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, Imigrasi Lhokseumawe mengadakan perlombaan bagi 49 Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand dan Myanmar di halaman bekas kantor Imigrasi, Punteut, Lhokseumawe, Ahad (17/08/2014).
Mereka adalah anak buah kapal (ABK) pukat harimau yang ditangkap pada April lalu di perairan Aceh Timur. Saat ini, mereka masih berada dikarantina karena belum ada keputusan deportasi ke negaranya masing-masing. Memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, 49 warga negara asing --terdiri atas enam warga Thailand dan 43 warga Myanmar-- ikut menyemarakkan hari lahir Indonesia tersebut.
Meski bukan hari kemerdekaan negara mereka, warga Thailand dan Myanmar ini tampak antusias. Mereka mengikuti perlombaan yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya, seperti makan kerupuk, pukul bantal, panjat pinang. Ini tak pernah mereka rasakan kala merayakan hari besar di negara mereka.
"Kami begitu senang bisa mengikuti perlombaan seperti ini, di negara saya Myanmar tidak ada," kata Mohammad Hamed, ABK asal Myanmar, "orang di sini baik, tidak ada masalah, saya senang di sini, "happy.".
Saat ditanya perlombaan tersebut diadakan dalam rangka apa, Hamed mengaku mengetahuinya. Namun ia kesulitan menjelaskannya karena tak mahir bahasa Indonesia.
Perlombaan yang diikuti para ABK asing tersebut mengundang perhatian warga setempat. Mereka menonton dari luar kantor. Ini perlombaan tujuhbelasan yang diikuti warga asing. | FOTO dan TEKS: Zikri Maulana/ACEHKITA.CO
Mereka adalah anak buah kapal (ABK) pukat harimau yang ditangkap pada April lalu di perairan Aceh Timur. Saat ini, mereka masih berada dikarantina karena belum ada keputusan deportasi ke negaranya masing-masing. Memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, 49 warga negara asing --terdiri atas enam warga Thailand dan 43 warga Myanmar-- ikut menyemarakkan hari lahir Indonesia tersebut.
Meski bukan hari kemerdekaan negara mereka, warga Thailand dan Myanmar ini tampak antusias. Mereka mengikuti perlombaan yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya, seperti makan kerupuk, pukul bantal, panjat pinang. Ini tak pernah mereka rasakan kala merayakan hari besar di negara mereka.
"Kami begitu senang bisa mengikuti perlombaan seperti ini, di negara saya Myanmar tidak ada," kata Mohammad Hamed, ABK asal Myanmar, "orang di sini baik, tidak ada masalah, saya senang di sini, "happy.".
Saat ditanya perlombaan tersebut diadakan dalam rangka apa, Hamed mengaku mengetahuinya. Namun ia kesulitan menjelaskannya karena tak mahir bahasa Indonesia.
Perlombaan yang diikuti para ABK asing tersebut mengundang perhatian warga setempat. Mereka menonton dari luar kantor. Ini perlombaan tujuhbelasan yang diikuti warga asing. | FOTO dan TEKS: Zikri Maulana/ACEHKITA.CO







Post a Comment