Header Ads

Ukraina dan Gerilyawan Saling Tuding Tembak Pesawat

REUTERS/Maxim Zmeyev




UPDATE PUKUL 00.46 WIB (18/7/2014): The Associated Press melaporkan, 22 jenazah ditemukan di antara puing-puing pesawat yang jatuh di Desa Grabovo. Reruntuhan pesawat terlihat berserakan pada lokasi yang luas di desa yang dikuasai gerilyawan pro-Rusia tersebut. Lokasi jatuhnya pesawat terbakar, di mana terdapat bagian tubuh penumpang.

KIEV -- Pemerintah Ukraina menyebutkan bahwa pesawat sipil Malaysia Airlines MH17 jatuh ditembak gerilyawan bersenjata pro-Rusia, Kamis (17/7/2014). Namun, para gerilyawan malah menuding penembakan itu dilakukan militer Ukraina.

Penasehat Menteri Dalam Negeri Ukraina Anton Gerashenko menyebutkan, pesawat itu ditembak pada ketinggian 10 kilometer (33 ribu kaki). Dia juga menambahkan, penembakan itu dilakukan menggunakan rudal yang diluncurkan melalui Buk, sebuah sistem misil yang bisa menembak hingga ketinggian 22 kilometer atau 72 ribu kaki.

Pesawat Boeing 777-200 itu ditembak dalam perjalanan Amsterdam (Belanda) menuju Kuala Lumpur. Pejabat Malaysia Airlines sebelumnya menyebutkan bahwa pesawat dengan kode penerbangan MH17 tersebut hilang kontak pada ketinggian 10 kilometer di kawasan udara Ukraina yang berbatasan dengan Rusia.

Kantor Berita The Associated Press menyebutkan, pesawat itu jatuh di Desa Grabovo, Kota Donetsk, sebuah wilayah yang dikuasai gerilyawan bersenjata pro-Rusia. Di kawasan ini, beberapa hari sebelumnya, militer Ukraina dan pemberontak pro-Rusia terlibat dalam pertempuran bersenjata.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyatakan, militer mereka tidak menembak pesawat tersebut. Bahkan, mereka tidak memiliki target untuk menembak pesawat manapun.

"Kami menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tidak menargetkan untuk menyerang pesawat udara manapun," kata Petro Poroshenko seperti dilansir The Associated Press. "Kami akan memastikan siapa yang bersalah dalam tragedi ini harus bertanggungjawab."

Sementara petinggi gerilyawan pro-Rusia, Andrei Purgin, menuding militer Ukraina yang menembak jatuh pesawat tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan bukti pernyataannya.

Menurut Andrei, pihaknya tidak memiliki peluncur rudal, Buk. Meski punya, para pemberontak tidak memiliki sumber daya untuk mengoperasikannya.

Tapi The Associated Press melaporkan bahwa wartawan mereka melihat sebuah peluncur rudal yang menyerupai Buk pada awal Kamis di dekat kota Snizhne di timur Ukraina, yang dimiliki kelompok pemberontak.

Kremlin menghubungi Gedung Putih sesaat setelah jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 tersebut. Kremlin menyatakan, Presiden Rusia Vladimir Putih menelepon Presiden AS Barrack Obama untuk memberitahu mengenai kecelakaan tersebut.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 tersebut dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Metro TV melaporkan, di antara 280 penumpang terdapat warga negara Indonesia, yaitu Ninik Yuriani, pengajar seni di Belanda. Ia hendak pulang ke Wonosobo, Jawa Tengah. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.