Header Ads

Putin: Ukraina Harus Bertanggung Jawab Atas Pesawat MH17

Reuters/Maxim Zmeyev
MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan bahwa Ukraina bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat komersil Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 di Desa Grabovo, timur Ukraina, Kamis (17/7/2014).

Pernyataan ini dilontarkan Putin saat membuka pertemuan dengan penasehat ekonominya usai jatuhnya pesawat yang diduga ditembak pemberontak Ukraina pro-Rusia tersebut.

Seperti dilansir The Associated Press, Putih menyatakan, "Tragedi ini tak akan terjadi jika ada perdamaian di kawasan itu, jika aksi militer tidak diperbaru di tenggara Ukraina. Dan, tentunya, negara yang memiliki teritori tersebut harus bertanggungjawab atas tragedi mengerikan ini."

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur itu membawa 295 penumpang dan awak kabin. Dalam pesawat itu terdapat 154 warga negara Belanda, 27 warga Austraia, dan 23 warga Malaysia. Seorang warga negara Indonesia, Ninik Yuriani, pengajar seni di Belanda yang hendak pulang ke Wonosobo, Jawa Tengah, juga berada di dalam pesawat naas tersebut.

Sumber-sumber di kawasan itu menyebutkan bahwa pesawat tersebut ditembak dengan rudal yang diluncurkan Buk saat berada di ketinggian 33 ribu kaki. Ukraina menuding penembakan itu dilakukan militan bersenjata yang didukung Rusia. Sementara militan membantahnya dengan menyatakan penembakan itu dilakukan militer Ukraina.

Reuters melaporkan, tragedi itu diduga menewaskan 295 orang yang berada di dalam pesawat itu. Pasalnya, pesawat jatuh berkeping-keping di Desa Grabovo, sebuah kawasan yang dikuasai pemberontak pro-Rusia.

Wakil Presiden Amerika Serika Joe Biden menyatakan pesawat Boeing 777-200 tersebut "meledak di udara", yang diduga akibat ditembak rudal dari darat.

Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mengadakan rapat mendadak dengan Dewan Keamanan membahas jatuhnya pesawat tersebut. Ia meminta agar tragedi jatuhnya MH17 tersebut diinvestigasi secara menyeluruh. [FG | AP | Reuters]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.