Sang Ayah Mau Ajak Teuku Marc ke Aceh
![]() |
| Dok. Teuku Hadi |
Teuku Marc adalah anak semata wayang Teuku Hadi, wakil Gerakan Aceh Merdeka di Jerman. Marc lahir pada 27 Juni 1980 di Kota Aachen, Jerman. Di kota ini, Presiden B.J. Habibie pernah tinggal saat menimba ilmu di Jerman.
Teuku Hadi menyebutkan, anaknya tertarik dengan dunia politik mulai pada 2003 lalu. Sejak 2008, ia bergabung dengan Partai Piraten, sebuah partai anak muda yang mencita-citakan agar semua orang bebas menggunakan internet tanpa dipungut bayaran.
"Media internet itu seperti udara, harus bebas (digunakan) dan bersih," ujar Teuku Hadi dalam sebuah perbincangan dengan acehkita, Sabtu (31/5/2014). "Internet dan new media harus digunakan secara free dan itu milik rakyat."
Piraten Partei atau Partai Piraten (Pembajak) merupakan partai baru di Jerman. Pada 2013 lalu, partai ini beranggotakan 22.000 orang dan kebanyakan adalah aktivis internet berusia di bawah 35 tahun. Partai ini acap memprotes mengenai pembatasan hak cipta di internet dan platform tukar menukar data (file-sharing). Partai Piraten juga muncul di Denmark, Finlandia, Swedia, Belanda.
Marc tertarik bergabung dengan Partai Piraten setelah terlibat dalam sebuah diskusi mengenai hak cipta dan tukar-menukar data di internet.
Sebelum menjadi anggota Dewan Kota Aachen, Marc bekerja lepas di bidang pemasaran dan penyelenggaraan kegiatan. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Sunderland Inggris di bidang Manajemen Bisnis dan Administrasi.
Marc menimpa pendidikan setingkat SMA di Jerman. Namun dalam beberapa tahun ia mengambil program pendidikan tingkat SMA di Amerika Serikat, sebelum akhirnya lulus di Jerman.
"Saya mendidik anak saya tidak bersekolah di satu tempat, tapi keliling di tempat lain," sebut Teuku Hadi.
Karenanya, tak heran jika Marc menguasai bahasa Inggris, Italia, dan Prancis. "Anak saya pintar gaul dan sosialnya tinggi," sebut Hadi.
Hadi punya keinginan agar Marc "pulang" ke Aceh, bertemu dan berdikusi dengan generasi muda Aceh.
"Saya mau ajak dia ke Aceh untuk diskusi dengan anak-anak muda di Aceh. Misalnya soal pandangan anak muda di negara makmur dengan anak muda di negara menuju kemakmuran," Hadi, mantan anggota supporting team juru runding GAM dalam perundingan Helsinki, 2005 lalu.
Hadi menyebutkan, sebenarnya bukan hanya anaknya saja yang mengharumkan nama Aceh di negara lain. "Banyak keturunan Aceh yang berprestasi di luar negeri. Di sana karena mereka mendapatkan kesempatan," ujar Hadi. "Anak-anak Aceh di sini juga banyak pintar, tapi tidak memiliki kesempatan saja. Inilah yang harus kita perjuangkan." []

Smoga bertambah2 anak aceh yg unggul....
BalasHapus