Header Ads

Keluarga Korban Kapal Karam Datangi Posko Pengaduan

CNN
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Keluarga korban kapal karam di Selangor, Malaysia, mulai berdatangan ke posko pengaduan yang dibuka di kantor Gubernur Aceh. Mereka melaporkan data mengenai para korban.

Pantauan acehkita.com, keluarga mendatangi posko pengaduan untuk mempertanyakan nasib anggota keluarganya yang menjadi korban kapal karam tersebut.

Juned, misalnya. Ia datang dari Trienggadeng Pidie Jaya untuk menanyakan keberadaan sang anak, Zulfahmi.

"Saya belum tahu nasib anak saya," kata Juned saat ditemui di kantor gubernur, Jumat sore.

Juned sudah menghubungi teman Zulfahmi di Malaysia, untuk menanyakan nasib anaknya. "Kata temannya belum ditemukan," sebut Juned.

Menurut Juned, anaknya menumpang perahu kayu tersebut untuk menemui istri yang tengah hamil muda.

Pagi tadi, Ilyas juga mendatangi posko pengaduan. Warga Paloh Teungoh, Kecamatan Keumala, tersebut melaporkan data mengenai Iskandar, anaknya yang menjadi korban kapal naas tersebut.

Iskandar merupakan salah seorang korban meninggal dalam peristiwa tenggelamnya kapal yang mengangkut 97 imigran asal Indonesia di perairan Pulau Carey, Kuala Langat, Selangor, Malaysia, Selasa lalu. Ia berasal dari Gampong Rambo Adat, Kecamatan Mutiara Pidie.

Ilyas menyebutkan, Iskandar bekerja di Malaysia sejak 2000 lalu. Di sana, anaknya bekerja sebagai pedagang buah di pasar Chawkit. Sebelum naik kapal, Iskandar sempat menelepon keluarganya untuk memberitahukan bahwa ia akan pulang melalui "jalur belakang" menggunakan kapal.

"Anak saya pulang untuk menyambut Ramadan bersama keluarga," sebut Ilyas. "Dia sudah setahun setengah tidak pulang kampung." | GHAISAN

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.