Header Ads

Disuruh Mundur, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh

Seorang guru menenangkan siswa yang tak lulus ujian nasional di sebuah SMA di Lhokseumawe. | FOTO: Reza Juanda/ACEHKITA.co
BANDA ACEH | ACEHKITA.co -- Sejumlah mahasiswa mendesak Anas M. Adam mengundurkan diri dari jabatan kepala Dinas Pendidikan Aceh akibat banyak siswa tak lulus ujian nasional, Selasa (3/6/2014). Lalu apa jawab Anas?

Anas membela diri. Ia menyebutkan, meski Aceh menjadi provinsi yang paling banyak siswa SMA tak lulus ujian nasional, tapi sebenarnya tingkat kelulusan secara nasional meningkat. Pada 2013, tingkat kelulusan hanya 97,39 persen. Sedangkan pada 2014 menjadi 99 persen.

"Meskipun di tingkat nasional kita memang terendah," ujar Anas kepada para pengunjukrasa yang menyambangi kantornya pagi tadi.

Menurut Anas, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak anak-anak Aceh yang tidak lulus ujian nasional.
Misalnya, Dinas Pendidikan di daerah tingkat dua belum mampu memeratakan sebaran guru serta adanya kekurangan tenaga pendidik.

Anas menambahkan, ada guru bidang studi sejarah yang malah mengajar fisika. Ia buang badan, "Itu siapa yang salah memeratakannya? Hanya di kabupaten/kota, bukan provinsi. Di provinsi hanya mengontrol saja."

Pada 2014 ini, sebut Anas, Dinas Pendidikan Aceh akan melatih 22 ribu guru untuk meningkatkan kualitas dan sumberdaya tenaga pendidik.

Anas menyatakan siap meletakkan jabatannya jika diminta Gubernur Zaini Abdullah terkait masalah ujian nasional ini.

"Jika gubernur menegur dan menurunkan saya dari jabatan ini, saya terima," ujar Anas.

Pada ujian nasional 2014, sebanyak 785 siswa SMA tak lulus. Secara nasional, Aceh merupakan provinsi paling banyak siswa tak lulus ujian nasional.

"Angka tersebut masih mungkin meningkat (ke depan)," ujar Koordinator Aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan Aceh Satria Riski dalam orasi di Kantor Dinas Pendidikan, pagi tadi. Karenya, mahasiswa meminta agar Anas mundur. | SABARUN

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.