Diduga Kapal Ditabrak Malaysia, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta
![]() |
| Jenazah korban kapal karam. | Kenzie Eagan/ACEHKITA.CO |
Dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh M. Adli Abdullah mengaku memperoleh kabar dari penumpang yang selamat. Tongkang bermuatan 97 pekerja Indonesia yang baru saja keluar dari sungai di teluk Panglima Garang, Selangor, dihadang oleh armada Angkatan Laut.
"Lalu ditabrak," kata Adli kepada wartawan di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, kemarin.
Setelah kapal tenggelam, kata Adli, otoritas Malaysia berupaya menyelamatkan penumpang. "Ada yang berhasil melarikan diri dan ada yang meninggal," sebutnya.
Untuk menyelidiki kabar tersebut, Adli mendesak Departemen Luar Negeri untuk membentuk sebuah tim pencari fakta. "Kabar ini bisa saja tidak benar. Makanya sangat perlu dibentuk tim adhoc untuk menyelidiki kebenaran info tersebut," tambah Adli yang pernah tinggal di Malaysia.
Desakan juga disampaikan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Murthalamuddin. Menurutnya, agar tidak simpang siurnya informasi penyebab karamnya kapal pengangkut TKI asal Aceh itu, Pemerintah Aceh meminta kepada Pemerintah Pusat untuk membentuk tim pencari fakta.
Pemerintah Aceh juga mendorong Pusat untuk menjaga kehormatan bangsa, terkait musibah tersebut, karena korban merupakan warga Indonesia. “Apapun penyebab karamnya kapal pengangkut TKI asal Aceh itu harus diungkapkan, karena ini menyangkut kehormatan bangsa,” lanjut Murthalamuddin.
Otoritas Malaysia menyebutkan bahwa kapal tersebut tenggelam akibat muatannya melebihi kapasitas.
Seperti diketahui, 16 WNI tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara 61 imigran yang selamat kini berada di Badan Kastam (Bea Cukai) Malaysia dan Kantor Polisi Sungai Garang. Sedangkan selebihnya dinyatakan hilang.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah berjanji akan mengupayakan agar 61 warga Aceh yang selamat tersebut tidak mendapat hukuman dari pemerintah Malaysia. "Kita mengupayakan agar mereka bisa segera kembali ke Aceh," sebut Zaini. | FG

Post a Comment