Lagi, Jenazah Korban Kapal Karam Tiba di Aceh
![]() |
| Warga Madat, Aceh Timur, menyalatkan korban kapal karam di Malaysia. | FOTO: ZIKRI MAULANA |
Nurmawati merupakan satu di antara 14 warga Aceh yang meninggal dalam kasus tenggelamnya kapal di Selangor, Malaysia, 18 Juni lalu. Saat itu, kapal yang ditumpangi 97 imigran asal Indonesia --kebanyakan dari Aceh, tiba-tiba tenggelam di perairan Sungai Air Hitam, Kuala Langat, Selangor. 61 penumpang selamat dan kini berada di kantor kepolisian dan beacukai setempat. Sedangkan 20 lainnya dikabarkan hilang dan 14 meninggal.
Tiba di Bandara Blang Bintang, jenazah Nurmawati disambut Kepala Dinas Syariat Islam Syahrizal Abbas dan keluarga korban bernama Badriah serta Yusmiati. Korban akan disemayamkan di Peukan Biluy, Lampeuneureuet, Aceh Besar.
Pemerintah Aceh menyantuni keluarga korban dengan uang duka sebesar Rp5 juta.
Badriah cukup terpukul dengan berita duka ini, karena ia baru mengetahui bahwa sang ibunda menjadi korban dua hari yang lalu dari adik bungsu yang tinggal bersama ibu mereka di Langsa. Dari sang adik, ia mencari informasi ke pusat informasi kapal karam di Biro Humas Setda Aceh.
“Saya baru tahu kalau ibu jadi korban,” ujarnya sedih.
Sudah hampir setahun Badriah tidak bertemu dengan ibunya, “Ibu tidak memberitahu saat berangkat ke Malaysia dan saat pulangpun tidak ada kabar, tahu-tahu sudah dapat berita seperti ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sampai saat ini Pemerintah Aceh terus berupaya sekuat tenaga untuk memulangkan korban selamat yang saat ini masih berada di Malaysia tanpa harus melalui proses hukum.
“Kita sedang berupaya memulangkan mereka, semua dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik,” ujar Bukhari, kepala Dinas Sosial Aceh yang langsung berangkat ke Malaysia atas perintah Gubernur Aceh untuk mengurus para korban. []

Post a Comment